Jumat, 09 Desember 2011

Lomba Foto "Aku Suka Masakan Ibu"

Dalam rangka menyambut hari ibu, admin group BLW ingin mengadakan lomba foto nih.. temanya "Aku Suka Masakan Ibu".
Persyaratan:
1. Batita Indonesia dalam foto berusia 6 bulan - 2 tahun
2. Batita tersebut harus sedang makan sendiri (tidak disuapi) masakan ibunya, dalam posisi duduk tegak.
3. Ibu dari batita harus sudah like fan page Bab-Led Weaning (Indonesia) dan mengumpulkan foto pada tanggal 10 - 31 Desember 2011.
4. Foto diunggah di page (bukan group) tersebut dalam album Lomba Foto "Aku Suka Masakan Ibu" yang sudah dibuat oleh admin.
5. Foto boleh diedit tapi minimalis saja. 
6. Foto adalah milik pribadi dan pemiliknya mengijinkan fotonya untuk dipasang di fan page, group, atau log Baby-Led Weaning (Indonesia).
7. Satu peserta hanya boleh mengirimkan 1 foto.
8. Foto belum pernah dikutkan pada lomba lainnya.
9. Boleh mengumpulkan foto lama, asalkan batita dalam foto belum genap berusia 2 tahun per 31 Desember 2011.
 
Ada 2 pemenang dengan 2 cara penilaian yg berbeda:
1 Pemenang kategori A penilaiannya hanya berdasaran like dari sesama fans di page tersebut dan jumlah comment pada foto tersebut. Makanan yang dimakan bayi sebaiknya makanan bergizi dan alami, boleh buah atau sayuran segar. Tidak harus hasil olahan dari dapur Ibu.
1 Pemenang kategori B penilaiannya berdasarkan:
a. kualitas foto yang dikumpulkan, 
b. kesesuaian ekspresi batita dalam foto tersebut dengan tema lomba, menikmati makannya, dan bisa juga berdasarkan komentar-komentar dalam foto tersebut,
c. resep masakan ibu, yg dinilai berdasarkan: berkreasi tapi mudah cara pembuatannya sehingga bisa dengan udah ditiru ibu-ibu lainnya, bergizi, menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat dan lebih disukai jika bahannya alami dan tidak cenderung memicu alergi. 

Untuk kategori A, pemenang dihitung dari jumlah like terbanyak dalam periode 1 - 6 Januari 2012. Antar peserta boleh memberi like untuk peserta lainnya tapi hanya boleh 1 kali kesempatan. Sebaiknya foto yang disukai juga diberi komentar mengapa menyukai foto tersebut. Satu komentar terbaik akan mendapat hadiah juga dari panitia.
Untuk kategori B, admin group Baby-Led Weaning (Indonesia) akan dibantu oleh kerabat yang seorang fotografer untuk menilai kriteria kualitas foto, dan dibantu teman yang dosen Gizi dan Kesehatan UGM untuk menilai resep masakannya.

Hadiah:
1 pemenang kategori A:
1 set peralatan makan "Simba" dengan suction plate, sendok dan garpu

1 pemenang kategori B:
1 set peralatan makan "Simba" dengan suction plate, sendok dan garpu
1 celemek makan berkantong
1 buku Baby-Led Weaning edisi bahasa Indonesia (jika Anda sudah punya, bisa Anda hadiahkan untuk sahabat atau saudara Anda yg baru saja menjadi ibu juga)

1 pemberi komentar terbaik pada foto peserta akan mendapat 1 celemek "Skip Hop" yang waterproof dan praktis untuk travelling.

Pengumuman pemenang: 7 Januari 2012

Peserta tidak dipungut biaya dan biaya pengiriman hadiah ditanggung oleh panitia.
Bagi siapa pun
termasuk online shop yang berminat menjadi sponsor untuk menambah hadiah,  bisa menghubungi panitia melalui email ke: adhya.larasati@yahoo.com.

Jumat, 02 Desember 2011

Bagaimana Pencernaan Bayi BLW?

Seorang ibu di group Baby-led Weaning (Indonesia) bertanya, "Kalo baby pake metode BLW khan seringkali dia nelan dalam wujud yang masih agak besar karena dia belum bisa menguyah sebaik orang dewasa, apakah itu tidak memperberat sistem pencernaannya?"
berikut ini jawaban dari beberapa member lainnya:sependek yg saya tahu, proses pencernaan itu kan berawal dari mulut, pake proses mekanis dan kimiawi. yang proses mekanis dibantu otot2 mulut, lidah, gusi, dan gigi jika sudah ada. padahal gigi bayi... biasanya yg tumbuh gigi seri dulu yg fungsinya hanya menggigit. bukan mengunyah. kalo nunggu gigi geraham dulu baru dikenalkan makanan padat, berarti nunggu anaknya udah berapa bulan tuh umurnya? mestinya di atas 1,5 taun ya geraham baru tumbuh lengkap?
dr hasil pengamatan ke anak2 yg udah kelamaan fase makanan lembutnya, biasanya mereka jadi males ngunyah dan cenderung ngemut makanan, ujung2nya GTM.
selanjutnya, yg kedua, proses kimiawi di mulut dibantu oleh enzim ptialin dalam air ludah (saliva). segala organ di dalam mulut manusia, termasuk air ludah dan enzim ptialin itu kan pasti didesain oleh Tuhan untuk berperan penting dalam proses pencernaan berikutnya kan ya?
bandingkan dengan proses makan yang proses mekaniknya sudah dilakukan sebelum masuk mulut, dan bayi tinggal telan. memang waktu keluar di feses si puree itu udah lembut, karna inputnya lembut. tapi apa berarti di dalem perut lebih mudah dicerna? (Adhya: admin group)
 Dlm BLW, bayi hanya menelan makanan yg telah dia kunyah dg baik. Jika ukurannya besar maka biasanya bayi akan mengeluarkan makanan tsb. Cirinya adl perilaku spt akan tersedak pd awal menggunakan BLW ;-) dimana sebetulnya bukan tersedak tp cara bayi mengeluarkan makanan tsb.
Betul sekali bahwa bayi yg terbiasa makan lembut, memiliki kecenderungan malas utk mengunyah. Dan itu banyak sekali ditemui pd bbrp anak, bahkan byk orgtua mengeluh di usia 3 th anak masih makan dg tim/bahkan puree.
Pd usia dimana anak menunjukkan sikap siap makan maka seluruh alat yg dbutuhkan utk mengunyah dan menyerap makanan artinya sdh siap ;-) Baby knows better than us.. So pay attention to the baby's clue ;-)
(Henny Zainal: member group, dokter, konselor laktasi)
potongan makanan yg besar menurut kita, bukan berarti besar juga buat si baby. Selama ini aku belum pernah dengar ada baby BLW yg bermasalah dgn pencernaannya krn menelan potongan2 makanan. :)
(Marini: admin group)
Nambahin dikit dari penjelasan yg sdh ckp lengkap di atas, proses pencernaan mekanik dan kimiawi itulah yang saling melengkapi. Enzim ptyalin berfungsi memecah amilum (karbohidrat) menjadi maltosa / glukosa (bentuk zat sederhana yang bisa d...iabsorbsi tubuh) shg di mulut bayi pun sudah dimulai pencernaan karna bayi membolak balik makanan dan bercampur dengan air ludah yg di dalamnya ada ptyalin.

Mengenai mengunyah 32 - 33 kali, mengunyah makanan lebih lama dapat mencegah orang makan berlebihan dengan memberikan otak lebih banyak waktu untuk menerima sinyal dari perut yang penuh atau kenyang. Hal ini dapat menurunkan kadar ghrelin, yaitu 'hormon lapar' yang beredar dalam sistem pencernaan. Jadi fungsi mengunyah, tidak hanya menghaluskan makanan tapi memberi waktu ke lambung memberikan sinyal ke otak bahwa kapasitasnya sudah cukup. Nah bayi kan juga mengunyah, hanya mgkn dengan gusi, lidah dan air ludahnya. Teori mengunyah lebih lama ini bisa juga nih untuk ibu2 yang pengen menurunkan berat badan he he.
(Berty: member group, dokter)
untuk melengkapi jawaban ibu-ibu di atas, saya kutip pernyataan Prof.dr.Hiromi Shinya, Guru Besar Kedokteran Albert Einstein College of Medicine, AS, di dalam bukunya, "The Miracle of Enzyme":
"Jika Anda dirawat di rumah sakit di Jepang, apa pun kondisi Anda, rumah sakit akan segera memberi Anda makan bubur nasi. Rumah sakit percaya bahwa mereka berlaku penuh perhatian terhadap pasien2 mereka, terutama kepada mereka yang baru saja menjalani pembedahan internal, dengan mengatakan, "Mari kita mulai makanan Anda dengan bubur beras agar kita tidak memberi tekanan terlalu banyak pada lambung dan usus Anda," Akan tetapi, ini adalah sebuah kesalah besar.
Saya memberi pasien-pasien saya makanan biasa sejak awal, bahkan jika mereka baru saja menjalani operasi lambung. Jika mengerti bagaimana enzim bekerja, Anda akan segera mengerti mengapa makanan-yang-tidak-diproses lebih baik daripada bubur.
Makanan-yang-tidak-diproses lebih baik karena Anda harus mengunyahnya dengan baik. Mengunyah menstimulasi sekresi air liur. Enzim-enzim pencernaan yang terdapat dalam air liur, jika tercampur dengan makanan selama dikunyah, meningkatkan pencernaan dan penyerapan karena penguraian makanan berlangsung dengan lancar. Sedangkan bubur pada dasarnya sudah lembut, dapat ditelan tanpa dikunyah dengan baik. Bubur tidak dapat dicerna dengan baik karena tidak banyak enzim yang tercampur di dalamnya, sementara makanan normal yang terkunyah dengan baik juga dapat dicerna dengan baik."
FYI, penemuan dr. Shinya tentang "keajaiban" tubuh sudah teruji akan merevolusi cara hidup sehat. Terbukti Hiromi Shinya tidak pernah sekali pun jatuh sakit dalam 50 tahun terakhir dan tak satu pun dari ribuan pasien kankernya kambuh.

Kamis, 24 November 2011

Gagging & Gag Reflex

Di buku BLW versi terjemahan istilah 'gagging' atau 'gag reflex' yang sengaja saya cetak miring ternyata oleh editor akhirnya tetap diterjemahkan: 
'gagging' diterjemahkan menjadi 'memuntahkan' dan 'gag reflex' menjadi 'refleks muntah'. 
Padahal sebetulnya gagging itu tidak selalu disertai dengan muntah, dalam arti memuntahkan semua makanan yang sudah masuk ke perut. tetapi bayi hanya berusaha mengeluarkan makanan yang terlalu besar untuk ditelan dengan suara mirip "hoek..hoek". 
mohon maaf.. T.T


untuk mengetahui lebih jauh mengenai gag reflex, silakan membaca tulisan yang ini:

Akankan Bayi Tersedak dengan BLW?

Rabu, 02 November 2011

Mengolah Kaldu

Ada seorang ibu ditanya oleh DSA-nya mengenai bagaimana cara mengolah air kaldu untuk dikonsumsi bayi BLW? DSA-nya khawatir si bayi kurang gizi. Tebakan saya sih karena menganggap air kaldu itu sumber zat besi yang penting buat bayi. 
Mari kita bahas. air kaldu di sini adalah air rebusan ayam atau daging sapi, tanpa ditambah penyedap rasa buatan pabrik. Kalau saya sih gampang aja ngolahnya: masak nasi pake air kaldu. tinggal ditambah geprekan bawang putih dan daun salam. Berdasarkan pengalaman, masak nasi ditambah air lebih dari takaran biasanya supaya si nasi agak lembek sehingga gampang dikepal-kepal jadi finger food :D 
(ini pendek amat ya postingannya?wkwk)

Kamis, 13 Oktober 2011

Menghadapi Bayi Yang Menolak Disuapi

Ketika Bayi Menolak Makan dari Sendok - Kenapa bayi tidak mau disuapi dan apa yang dapat Anda lakukan untuk membuat waktu makan santai & menyenangkan. 

Tiba-tiba, bayi Anda menolak untuk makan saat Anda mencoba untuk menyuapi. Dia mungkin menolak untuk makan dari sendok dalam berbagai cara, mengekspresikan ketidaksenangannya dengan cara-cara yang mungkin mengganggu untuk orang tua. Santai, bayi kecil Anda sedang tumbuh dan penolakan untuk makan dari sendok hanyalah bagian perkembangan alami untuk makan sendiri.

Kapan Bayi Menolak Disuapi? 

Dalam periode antara 8 dan 10 bulan usia (mungkin lebih awal), bahwa bayi Anda dapat mulai untuk menolak disuapi. Ini adalah rentang usia ketika bayi benar-benar mulai menjadi lebih sadar akan keberadaan diri mereka dan apa yang mereka inginkan dan menyatakan kemerdekaan dengan menolak disuapi merupakan salah satu milestone. 
Mengapa Bayi Saya Menolak untuk disuapi? 
Seperti yang telah disebutkan, bayi mulai menemukan kemerdekaan mereka sendiri dalam berbagai cara. Mereka mungkin menunjukkan favoritisme untuk mainan tertentu atau sebel ketika Anda menawarkan mainan yang bukan "mainan favoritnya". Mampu menyatakan preferensi mereka sendiri untuk makan adalah cara lain bagi bayi untuk menyusuri jalan kemerdekaan. Mereka mungkin berusaha merebut sendok, menjauh dari Anda atau memukul sendok yang mendekati mulut mereka. Banyak bayi mengatupkan bibir mereka dan menolak untuk membuka untuk satu buah gigitan. Perilaku ini normal dan akan berlalu jika tercipta hubungan yang positif dan pengalaman yang menyenangkan dengan makanan.perhatikan: Harap dicatat bahwa banyak bayi juga akan menolak untuk disuapi makan jika mereka merasa tidak enak badan atau jika mereka sedang tumbuh gigi. Kelelahan juga dapat mempengaruhi kebiasaan makan bayi. 
Apa Yang Bisa Saya Lakukan Saat Bayi Saya Menolak untuk Disuapi? 
Ambil napas dalam-dalam dan rileks.Kami telah menemukan bahwa ketika bayi kami mencapai milestone baru, menawarkan mangkuk dan sendok adalah salah satu cara paling sederhana untuk menyenangkan dan mendorong mereka. Kami mencampur makanan mereka seperti biasa dan membiarkan mereka mencoba untuk makan sendiri. Anda juga bisa bereksperimen dengan metode Baby-Led Weaning - menawarkan makanan bayi dalam bentuk finger food.Oh ya memang, ini cukup berantakan dan Anda akan mengernyitkan dahi ketika makanan meluncur dari kursi makan menuju kaki kecil bayi yang lucu, makanan akan berada di rambut bayi dan mungkin ke telinga juga. Dan hanya ketika Anda berpikir bayi Anda tidak akan pernah berhasil menemukan mulutnya - Sukses. Duduk dan tonton dengan senang hati, bayi Anda baru saja menemukan arti kemandirian dan pencapaian. 
Kapan Saya Harus Berhenti Menyuapi?
Hanya Anda yang tahu kapan bayi Anda siap untuk berhenti disuapi. Semua bayi berbeda dan akan menolak disuapi pada usia dan tahap yang berbeda. Ada banyak bayi yang belum pernah disuapi sama sekali. Baby-Led Weaning adalah sebuah metode pemberian makan bayi yang sudah ada dan masih diterapkan di seluruh dunia. Bayi yang makan dengan metode ini tidak pernah makan puree "tradisional". Sebaliknya, bayi yang ditawarkan makanan sesuai usia yang lembut dimasak dan dihaluskan atau smooshed atau potongan yang sangat kecil. Makanan yang ditawarkan untuk bayi dan bayi makan makanan karena ia melihat cocok.
Tawarkan Lebih Banyak Makanan Self-Feeding 

Anda dapat mulai untuk menawarkan bayi Anda lebih banyak makanan yang memungkinkan dia makan sendiri, setiap kali Anda merasa dia siap. Jangan terlalu khawatir tentang jumlah yang dia makan. Menawarkan berbagai makanan bergizi sepanjang hari akan memastikan bahwa bayi Anda mendapatkan semua makanan yang dia butuhkan. Ingat, ASI dan / atau formula tetap menjadi sumber penting dari nutrisi sampai bayi usia 12 bulan.
Artikel ini merupakan terjemahan dari artikel "When Baby Refuses to Eat from a Spoon - Why your baby won't eat from a spoon and what you can do to make mealtimes relaxed & fun" di Wholesomebabyfood

Berdasarkan pengalaman pribadi saya bersama Almira, anak saya ini bahkan menolak disuapi sejak umur 6 bulan dan tampak lebih antusias (belajar) makan jika diberi kesempatan pegang makanan sendiri. Jadi makin mantep dengan metode Baby-Led Weaning. Alhamdulillah sampai sekarang umur 1 tahun dia tidak pernah melakukan gerakan tutup mulut (GTM).

Rabu, 12 Oktober 2011

Panduan Makanan Bayi Sesuai Umur




Berikut ini panduan perkenalan makanan bayi / makanan pendamping ASI (MPASI) sesuai saran www.wholesomebabyfood.com:











Makanan berikut ini benar-benar perlu ditunda:
1. Madu -> bukan pencetus alergi tapi bisa menyebabkan botulisme pada bayi di bawah 1 tahun
2. Selai kacang -> pencetus alergi
3. Susu sapi segar (whole milk) -> protein dari susu sapi segar tidak mudah dicerna, terutama oleh bayi di bawah 1 tahun. Kalsium pada susu sapi segar juga menghambat penyerapan zat besi yang sangat penting bagi bayi di bawah usia 1 tahun. Yoghurt dan keju adalah produk turunan sehingga lebih mudah dicerna.
4. Citrus atau buah-buahan asam -> bukan merupakan pencetus alergi tapi bisa menimbulkan ruam dan masalah pencernaah karena keasamannya. 
5. Putih telur, gandum, kerang dan hewan laut bercangkang -> berpotensi menjadi pencetus alergi. Jika ada riwayat alergi di keluarga, sebaiknya diberikan setelah umur 2 atau 3 tahun.
6. Anggur dan kacang (butiran) -> berrisiko menimbulkan tersedak karena ukurannya terlalu kecil.


Sumber: www.wholesomebabyfood.com

Menurut saya sih panduan ini kurang lengkap, karena tidak mencantumkan beberapa jenis makanan yang ada Indonesia, misalnya: belimbing, sawo, kelengkeng, rambutan, buah naga, pepino, sukini, kimpul (sejenis ketela), dll. Hehe. Kalau Anda ragu, bisa diterapkan aturan 4 hari (4 days rule): menyajikan makanan yang sama 4 hari berturut-turut untuk mengetahui adanya reaksi mencurigakan.

Selalu konsultasikan ke dokter spesialis anak, terutama jika ada riwayat alergi (khususnya alergi makanan) di dalam keluarga. 

Selasa, 11 Oktober 2011

Memenuhi Kebutuhan Zat Besi Bayi

Dari forum di internet banyak dibicarakan mengenai ketakutan ibu bahwa bayinya yang hanya minum ASI bisa jadi kekurangan zat besi. Sayangnya, yang nakut-nakutin itu ga jarang adalah Dokter Spesialis Anak (DSA) yang ngga pro-ASI, jadi bisa ditebak solusi instannya: susu formula. Meski ada juga yang menyarankan memberi suplemen zat besi, tapi ngga setiap bayi mau dipaksa minum obat-obatan atau suplemen seperti itu. 
Sebelum mengambil tindakan, artikel hasil rangkuman dari www.wholesomebabyfood.com ini mungkin perlu Anda baca:

Siapa yang lebih berrisiko kekurangan zat besi?
1. Bayi yang lahir prematur; simpanan zat besi dibangun dalam beberapa bulan terakhir kehamilan.2. Bayi yang memiliki berat badan lahir rendah, baik yang kehamilannya sudah genap bulan (full-term) 
3. Bayi yang status gizi ibunya buruk selama kehamilan atau yang memiliki diabetes.

Jadi berapa lama simpanan zat besi dalam tubuh bayi bertahan? Bagaimana dengan bayi yang minum ASI? Baik bayi yang minum susu formula dan ASI dan lahirnya genap bulan (bukan prematur), simpanan zat besi terpelihara dengan baik sampai 6 bulan pertama dan akan makin berkurang, tapi tidak tiba-tiba menghilang begitu saja! Bayi yang diberi susu formula jarang berrisiko kekurangan zat besi karena jumlah zat besi dalam susu formula cukup tinggi. Bayi yang ASI eksklusif jarang juga berisiko untuk anemia terutama jika bayi tidak diperkenalkan makanan padat lebih awal dari 6 bulan.

Memperkenalkan makanan padat terlalu dini pada bayi sebenarnya dapat menghambat kadar zat besi pada bayi; paling sering hal ini terjadi pada bayi yang disusui. Jika bayi ASI eksklusif, maka bayi yang mendapatkan semua besi yang dibutuhkan sampai sekitar 6 bulan.

"Kebanyakan bayi menyusui tidak memerlukan air, vitamin, atau besi selain dari ASI untuk setidaknya 6 bulan pertama. ASI menyediakan semua cairan dan nutrisi yang dibutuhkan bayi agar tetap sehat. Saat bayi berusia 6 bulan, bagaimanapun, Anda harus mulai untuk memperkenalkan bayi Anda makanan yang mengandung zat besi. Dokter anda akan meresepkan vitamin D atau suplemen zat besi jika ada kebutuhan untuk itu." American Academy of Pediatrics. A Woman’s Guide to Breastfeeding” AAP Breastfeeding Guide.

"Kekurangan zat besi jarang terlihat pada bayi ASI selama enam bulan pertama kehidupan. Zat besi ada dalam susu Anda. Meskipun susu manusia tidak mengandung banyak zat besi, tapi sangat baik diserap. Sekitar 50 persen dari zat besi dalam ASI diserap, dibandingkan dengan hanya 7 persen dari penyerapan susu formula, dan 4 persen dari penyerapan sereal bayi (Dallman,1986). Karena simpanan zat besi bayi yang lahir genap bulan mulai berkurang sejak usia sekitar enam bulan, makanan padat dapat membantu untuk memenuhi kebutuhan bayi Anda untuk meningkat zat besi dan protein pada saat itu." Debbi Donovan - Direktur ParentsPlace.com dan juga Dewan Laktasi Bersertifikat. Konsultan. Parent's Place Lactation Consultant.

"Besi di dalam ASI manusia diserap dengan baik oleh bayi. Diperkirakan bahwa bayi dapat menggunakan lebih dari 50% dari besi dalam ASI dibandingkan dengan kurang dari 12% zat besi dalam susu formula. Jumlah besi dalam susu sapi rendah, dan bayi kurang menyerap susu sapi. Pemberian Makanan untuk bayi juga dapat mengakibatkan perdarahan gastrointestinal. Untuk alasan ini, susu sapi tidak boleh diberikan pada bayi sampai mereka minimal 1 tahun. American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan untuk menyusui bayi secara eksklusif ASI selama enam bulan pertama kehidupan. 
Kebutuhan zat besi bayi:
usia 0-6 bulan: 0.27 miligram per hari.
usia 7-12 bulan: 11 miligram per hari.

National Institutes of Health - Office of Dietary Supplements menyarankan untuk mulai memperkenalkan makanan padat yang kaya zat besi setelah bayi umur 7 bulan:
1. ASI / susu formula yang diperkaya zat besi
2. dried beans
3. labu
4. ubi
5. brokoli
6. jamur
7. daging sapi & unggas (ayam, hati ayam, kalkun)
8. sayuran (bayam, brokoli, beet, tomat)
9. kuning telur
10. buah kering (figs, apricots, prunes, raisins)
11. prune juice
12. tofu
13. biji-bijian (cooked cracked wheat, wheat germ, cornmeal, millet, brown rice, farina, bran, breads, iron fortified cereals)
14. blackstrap molasses
15. brewer's yeast
16. ikan bercangkang (kerang, udang)
17. tuna, sarden, salmon

Vitamin C membantu penyerapan zat besi, jadi pastikan anak Anda juga mengkonsumsi buah dan sayur yang kaya vitamin C seperti: buah-buahan sitrus (jeruk), berries (stroberi, blackberry, blueberry) - yang sebaiknya diberikan setelah umur 1 tahun, sayuran hijau, peach, apel, pisang, tomat. 

Ingat, selalu konsultasikan dengan Dokter Spesialis Anak ketika memperkenalkan MPASI, terutama untuk makanan yang berpotensi memicu alergi pada bayi.

sumber:
http://wholesomebabyfood.momtastic.com/Iron.htm

Jumat, 07 Oktober 2011

Resep Perkedel

Ini sih sepertinya resep paling gampang yang sebenernya saya malu untuk posting di sini karena mungkin semua ibu juga udah tau. Tapi saya dulu sebelum Almira lahir, bahkan masak perkedel aja ngga ngerti caranya. Siapa tau ada ibu2 lainnya yang ngga ada ide "gimana caranya mengolah sumber protein seperti daging sapi yang katanya kaya zat besi untuk bisa jadi finger food? Nah.. perkedel lah salah satu jawabannya. Gampang banget!
Ini perkedel ala saya:
bahan: 
kentang 1 butir -> kukus tapi jangan sampai terlalu empuk. parut pake parutan keju
isian -> bisa pake daging sapi giling, daging ayam giling, ikan tawar, ikan laut, teri, dan sumber protein hewani lainnya. 
1 butir telur -> kocok kuningnya saja (terutama kalau anak Anda belum berumur 1 tahun. putih telur sebaiknya ditunda karena berpotensi memicu alergi)

bumbu:
butter tanpa garam (misal merk Orchid) atau minyak zaitun extra light (misal merk Bertolli)
lada bubuk secukupnya
pala sedikit saja
bawang putih 1 siung secukupnya -> cincang

yeah.. i know..ini memang tanpa takaran yang pasti. semua serba pake feeling. heheh. 
tumis bawang putih cincang dengan minyak zaitun/butter, setelah tercum wangi harum, masukkan isian (protein hewani yang Anda pilih) dan matikan kompur setelah si protein hewani berubah warna (jangan sampe gosong tapi ya!)
kentang setelah diparut dicampur dengan bumbu lada & pala, dibikin bulet2, tekan bagian tengahnya, isi dengan isian (misal daging sapi). lalu tutup cekungan yang udah diisi tadi, trus bulet2in lagi. yah dibikin lonjong juga bisa sih. 
gulung2 di kuning telur.
goreng deh. 
(bisa dengan sedikit minyak, bisa pake teflon atau double pan. menggoreng bisa pake minyak zaitun ya, asal yang extra light.) 
pastikan telur bagian luar sudah menguning matang. angkat. sajikan.

menurut saya sih bisa dikukus. ditaruh di pinggan tahan panas dulu. jadi nanti bakalan mirip schotel tapi udah bentuk lonjong2 :D CMIIW


Selasa, 27 September 2011

Bayi Mengupas Ubi

Agak curang sih menyebut Almira "bayi" karena dia udah belajar jalan. Jadi statusnya "toddler" sekarang. Tapi demi judul yang rima-nya pas, jadi saya masih sebut Almira "bayi". hehe.
Alhamdulillah..Ini salah satu manfaat BLW yang disebut Gill Rapley: melatih kemampuan motorik halus. Umur 1 tahun lebih 2 minggu Almira sudah bisa mengupas ubi. Yah walaupun belum dikupas semua dia udah keburu pengen gigitin si ubi sih. hehe. Oleh karena itu 'bermain' dengan makanan disebut di buku ngga kalah dengan mainan mahal buatan pabrik.
Saya nggak tau apa bayi lain yang tiap makan disuapi juga bisa mempunyai kemampuan motorik halus yang sama pada umur 1 tahun-an. Wallahualam. Saya sedang tidak membandingkan dengan siapa pun.
eniwei, ini foto Almira yang lagi serius mengupas ubi:

Ubi bisa dianggap sebagai sumber karbohidrat selain nasi lho.

Kamis, 22 September 2011

Perlukah Bayi Mengkonsumsi Minyak Ikan?

Ada bahasan menarik mengenai minyak ikan di milis MPASIrumahan. Ada sebagian ibu yang beranggapan bahwa minyak ikan perlu untuk meningkatkan nafsu makan. Ibu Angel, salah satu anggota milis tersebut berbagi informasi mengenai konsumsi minyak ikan pada bayi:

*Nama* : minyak ikan / รก-linolenic acid (ALA, C18:3n-3), alpha-linolenic
acid, cod liver oil, coldwater fish, docosahexaenoic acid (DHA, C22:6n-3),
eicosapentaenoic acid (EPA, C20:5n-3), fish oil fatty acids, fish body oil,
fish extract, fish liver oil, halibut oil, long chain polyunsaturated fatty
acids, mackerel oil, marine oil, menhaden oil, n-3 fatty acids, n-3
polyunsaturated fatty acids, omega fatty acids, omega-3 oils,
polyunsaturated fatty acids (PUFA), salmon oil, shark liver oil, w-3 fatty
acids.

*Kegunaan* :
- menurunkan tekanan darah tinggi
- menurunkan hipertrigliserida
- mencegah penyakit jantung dan pembuluh darah

*Dosis*:
- American Heart Association menganjurkan dewasa >18 tahun makan ikan
minimal 2 kali seminggu. Anjuran WHO : 03-0,5 gram EPA-DHA perhari.
- anak < 18 tahun : dosis belum jelas, konsumsi ikan sebaiknya tidak
berlebihan (sesuai dengan piramida makanan saja) karena ikan laut saat ini
tercemar dengan berbagai macam zat berbahaya, penggunaan suplemen minyak
ikan pada anak tidak dianjurkan kecuali atas saran dan pengawasan dokter.

*Keamanan* :
- FDA tidak meregulasi penggunaan herbal dan suplemen termasuk suplemen
minyak ikan ini. (*Many herbs and supplements have not been thoroughly
tested, and safety and effectiveness may not be proven*)
- Dapat menimbulkan reaksi alergi bagi yang sensitif terhadap protein yang
terdapat dalam minyak ikan.
- Pada diabetes pasien meningkatkan risiko naiknya gula darah, naiknya LDL
kolesterol.
- meningkatkan risiko perdarahan.
- suplemen minyak ikan dapat menyebabkan gangguan pencernaan (diare, nyeri
perut, penyakit refluks, kembung, dll)
- terdapatr sedikit peningkatan enzim hati.
- penggunaan suplemen minyak ikan dalam jangka waktu lama (berbulan-bulan)
berisiko kekurangan vitamin E dan kelebihan vitamin A dan D sehingga
meningkatkan risiko toksisitas vit A dan D.
- penggunaan pada ibu hamil dan menyusui : penggunaan yang berlebihan dapat
menimbulkan perdarahan.

*Interaksi obat *:
hati-hati penggunaan yang bersamaan dengan obat-obat yang menimbulkan risiko
perdarahan seperti warfarin, aspirin, ibuprofen, naproxen, clopidogrel

*Kesimpulan*
Krn lbh banyak resiko drpd benefit yg diperoleh sebaiknya pemberian minyak ikan ditunda sampai anak berusia 18 thn. Ikan air laut skrg sdh bnyk tercemar oleh logam berat dan polusi air.

sumber :
http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/druginfo/natural/patient-fishoil.html

http://www.mayoclinic.com/health/search/search

<http://www.mayoclinic.com/health/search/search>

http://www.mayoclinic.com/health/fish-oil/NS_patient-fishoil

Selasa, 20 September 2011

Boon Catch Bowl

Akhirnya setelah pikir panjang, umur 1 tahun Almira dibeliin Boon Catch Bowl. Sekalian buat hadiah ulang tahun tanggal 14 September 2011 kemarin. Lumayan buat belajar makan yang lembek2 dengan cara disendokin. Suka mangkok ini karena ada 'suction'nya yang bisa bikin si mangkok nempel di meja. Ngga perlu khawatir dilempar-lempar. Trus ada 'lidah'-nya juga yang siap menampung makanan yang netes/jatuh selama perjalanan dari mangkok ke mulut. Si mangkok terbuat dari plastik yang tentunya aman buat bayi karena BPA Free, Phthalate Free dan PVC Free. Suction dan 'lidah' terbuat dari bahan seperti karet (tapi mestinya bukan karet ya) yang lentur dan (sepertinya ga gampang sobek).


     Sebelum punya Boon Catch Bowl. Almira makan yoghurt dengan megang wadah plastik di tangan kiri dan megang sendok di tangan kanan. Malah nglatih keterampilan tangannya juga sih :D                              








 
Setelah pakai Boon Catch Bowl dia jadi nyendokin yoghurt gonta ganti pakai tangan kanan atau kiri. Sendoknya sih tetep pake sendok Pigeon :)) 
Itu di mangkok juga ada mangganya. maksudnya mau nerapin salah satu bab di buku BLW: Dip & Dipper (Celupan dan Pencelup). Celupan-nya yoghurt, pencelupnya mangga.    


 Beli di Toko Bayi Pangeran Kecilku.


                                

Manfaat & Bahaya Ikan Laut

Tetangga saya cerita kalau hampir tiap hari ngasih salmon atau tuna ke bayinya. Katanya baik untuk perkembangan otak. Saya dulu waktu hamil mengkonsumsi minyak ikan untuk memastikan cukup konsumsi omega 3 dan omega 6 utk perkembangan otak janin saya. Tapi sekarang untuk MPASI Almira, saya agak parno kasih ikan laut banyak-banyak. Penyebabnya apalagi kalau bukan potensi adanya kandungan merkuri pada ikan laut. Menutip dari tempointeraktif.com, Methylmercury, yang biasanya disebut merkuri atau air raksa, adalah neurotoksin potensial yang bisa menyebabkan disfungsi ginjal, gangguan saraf, dan bahkan kematian.

Meskipun cukup khawatir mengenai kadar merkuri dalam ikan laut, toh saya tetep aja sesekali kasih ikan tuna atau salmon fillet yang biasanya dimasak jadi bakso. Resepnya ada di sini. Meskipun tiap kali bikin ikannya ngga lebih dari 1 ons. Penyajiannya pun ngga pernah lebih dari 2 kali seminggu. Menurut dr Ratna Djuwita, MPH, dari Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia, di tempointeraktif.com, ikan menjadi sumber lemak esensial yang bagus. Lemak esensial (omega-3 dan omega-6) berfungsi membantu pembentukan sel membran, sehingga mampu menyerap nutrisi lebih baik.

Sebagai kompensasinya, saya biasanya paling sering kasih ikan lele atau belut sebagai sumber protein, selain daging ayam kampung, daging sapi dan telur ayam kampung. Masih dari tempointeraktif.com, ternyata ada pilihan lain untuk mendapatkan omega 3 dan 6. Menurut dokter spesialis gizi klinik, dokter Fiastuti Witjaksono, MS, SpGK, sebenarnya jenis-jenis kacang, sayur, buah, serta telur mengandung omega-3 dan omega-6. "Misalnya telur, alpukat, dan kacang almond," kata dia.Telur seberat 380 gram mengandung omega-3 (0,12 gram) dan omega-6 (4,36 gram). Buah alpukat 250 gram mengandung omega-3 (0,31 gram) dan omega-6 (4,18 gram). Kacang almond mengandung omega-3 (0,0024 gram) dan omega-6 (4,82 gram). Selain itu, bayam, labu, dan brokoli kaya akan omega-3. Buah pepaya pun kaya akan omega-3.

Lalu, bagaimana dengan minyak ikan? perlukah dikonsumsi oleh bayi? 
Jawabannya ada di artikel ini:
Perlukah Bayi Mengkonsumsi Minyak Ikan 

Kamis, 15 September 2011

Lagu Tema BLW: Ayo Makan Bersama

Terinspirasi oleh program CSR Unilever Lifebuoy Berbagi Sehat, saya selalu berusaha membiasakan cuci tangan sebelum dan sesudah makan. Almira juga saya latih melakukan hal yang sama. Untuk lebih meng-internalisasi program tersebut, saya dan Almira bernyanyi bersama tiap mencuci tangan.
Oiya, Sebelumnya saya minta maaf pada Pak Kasur* sebagai pencipta lagu ini karena liriknya saya modifikasi sedikit supaya lebih pas juga untuk metode Baby-led Weaning. Lagu ini biasa saya nyanyikan sambil mencuci tangan Almira (sekaligus mencuci tangan saya sendiri) tiap sebelum sesi (belajar) makan:

AYO MAKAN BERSAMA
"Sebelum kita makan dik, cuci tanganmu dulu
Menjaga kebersihan dik, untuk kesehatanmu
Ayo kita makan, makan secukupnya (lirik asli: Banyak-banyak makan jangan ada sisa)
Tak perlu disuapi (lirik asli: makan jangan bersuara)

Ayo kita makan, makan secukupnya (lirik asli: Banyak-banyak makan jangan ada sisa)
ayo makan bersama.." 


atau 2 baris pertama juga bisa dengan lirik yang ini:
"Sebelum kita makan dik, kita berdoa dulu
Supaya diberkahi dik, untuk kesehatanmu"


Dan ingat berdoa sebelum dan sesudah makan juga ya :)

*bener kan ya beliau pencipta lagunya? kata mbah Google sih begitu :p

Rabu, 14 September 2011

Perlukah taat 'aturan 4 hari'?

Dalam pemberian MPASI, sangat populer mengenai aturan 4 hari atau 4 days rules, yaitu memberikan makanan yang sama dalam 4 hari untuk mengetahui adanya reaksi alergi. Dengan metode BLW, apakah hal ini diperlukan? 

menurut wholesomebabyfood, "sejak banyak studi menunjukkan bahwa menunda memperkenalkan makanan-makanan yang berpotensi alergi mungkin tidak ada dampaknya pada apakah seorang anak mengembangkan alergi terhadap suatu makanan, penggunaan aturan 4 hari jadi kuno dan ketinggalan zaman. Saat ini banyak spesialis anak menyarankan bahwa bayi boleh diperkenalkan berbagai macam makanan sekaligus, bahkan selama beberapa hari pertama perkenalan makanan padat (MPASI)."

Ini jawaban versi saya:
ada riwayat keluarga alergi kah? terutama bapak ibu si bayi. kalo iya, mungkin beberapa bahan perlu dilakukan ujicoba 4 hari dulu, terutama yg berpotensi allergen seperti telur, ayam, dairy product (keju, butter, dll), gandum,makanan laut, ikan2an, dll. tapi kalo sayur, buah dan karbo di Indonesia ini buanyak banget jenisnya. kayaknya waktu si anak jadi habis buat nyoba makanan kalo tiap 4 hari baru ganti. CMIIW.

kalo saya sih beberapa jenis makanan tetep ditunda pemberiannya seperti tuntunan wholesomebabyfood & buku BLW, seperti bayem dan stroberi. ada beberapa jenis juga yg langsung tampak bikin merah2 di sekitar mulut seperti terong, ya langsung saya stop. ga saya kasihin dulu.
tapi selain itu sih bisa tiap hari ganti supaya variatif.


Resep BLW: Bakso Tahu Ikan

Ini juga resep favorit saya, tentu saja karena ga cuma bergizi tapi juga mudah dibuat. Sudah diujicoba di dapur Ibu Adhya :D

Bahan:
3 sdm oat halus (saya pake Quaker Oat biru) -> bisa pake blender dry mill yg buat nge-blend bumbu.
1/2 potong tahu tawar tanpa garam -> dihancurkan pake garpu/sendok
1/3 ons tuna -> dilumuri jahe sedikit supaya amisnya ilang, abis itu bilas jahenya, trus dilumatkan pake blender juga.
keju cheddar diptong dadu sangat kecil (optional)

Bumbu:
bawang putih (pake yg bubuk jg bisa biar lebih menyatu sama adonan, atau si bawang putih diblender bareng sama tuna)
1/2 kemiri (menurut saya sih optional)
merica (sedikit banget)
pala (ini juga optional menurut saya) 

Cara memasak:
yawdah deh..campur aja semua adonan, bikin bulet2 seperti bakso, ao dibikin lonjong panjang supaya lebih mudah digenggam. trus dicemplungin ke air mendidih. 
saya udah nyoba bikin dan ga ancur. setelah mengapung tandanya udah mateng dan bisa diangkat. teksturnya pas menurut saya.
beberapa adonan di tengahnya saya kasih potongan kecil keju cheddar. Almira doyan dan so far ga ada reaksi alergi.
resep ini akhirnya jadi kurleb 20 bakso kecil2.

Bisa disimpan di freezer dan tinggal dicemplungin ke air kaldu mendidih untuk disajikan di lain waktu. 

Sumber: dari salah satu ibu di milis MPASIrumahan, tapi saya modifikasi dikit :p
Catatan: Mengandung bahan-bahan yang berpotensi menimbulkan alergi, terutama kedelai dari tahu, dan tuna. Pastikan bayi Anda sudah 'lulus' masing-masing bahan tersebut.

Senin, 12 September 2011

Resep BLW: Biskuit Keju

Ini biskuit andalan saya, karna bisa dibikin tanpa oven, cukup dengan Happy Call yang udah ada di rumah (masih mikir2 mo beli oven. punya Happy Call aja karna dikasih sodara waktu nikah dulu). Tanpa perlu mixer, jadi lebih hemat energi :p semua modal nekat. resep ini sudah dicoba di dapur ibu Adhya.

Bahan
1sdm tepung maizena
tepung terigu kira2 secangkir (karna ga ada yg buat ngukur gram)
unsalted butter merk Orchid tanpa dicairkan kira2 5 x 5 x 10 cm lah. diparut pake parutan keju.
keju cheddar Prochiz diparut (kira2 cuma 1/8 potong dr keju utuh)
1 telur kampung (putih&kuning dipake) -> kocok jadi satu
margarine Filma tawar kira2 1 sdm (bila diperlukan)

Cara memasak:
butter ga dicairkan dulu, tapi diparut pake parutan keju.Keju juga diparut dengan parutan keju. 
semua bahan dicampur kecuali margarine.
kekenyalan-nya bisa disesuaikan TANPA menggunakan air sama sekali, tapi dengan nambah terigu ato margarine. 
Bentuk adonan sesuka hati, tapi usahakan tipisnya kira-kira 2-3 mm saja. 
panaskan Happy Call sebentar saja, lalu letakkan adonan kecil-kecil tadi di atas Happy Call tanpa perlu menambahkan margarine. adonan takkan lengket di Happy Call kok.
pertama2 cuma dulu beberapa keping. ntar kalo terlalu keras, tambah margarin. kalo terlalu lunak, tambah terigunya. 

hasilnya .. biskuit ga gampang hancur dipegang Almira tapi juga ga terlalu keras. Jelas tak sekeras biskuit bayi semacam Milna atau Farley (saya tau bukan karna Almira makan biskuit bermerk, tapi karna saya dulu doyan banget.hehe). intinya..lumayan lah daripada lumanyun :))

sumber: dari salah satu ibu di milis mpasirumahan, tapi saya modifikasi dikit :)
Catatan: mengandung bahan2 yg berpotensi menimbulkan alergi, jadi pastikan bayi Anda sudah 'lulus' masing-masing bahan terutama butter, keju, telor (lha kok hampir semua ya.hehe). 

Jumat, 02 September 2011

Pengaruh BLW pada Pertumbuhan Gigi

Alhamdulillah, Almira mulai menunjukkan tanda-tanda tumbuh gigi pada bulan ke-10. Dalam 2 minggu giginya langsung tumbuh 4 secara berturut-turut. Tadinya saya anggap memang sudah waktunya. Tapi dalam hati saya bertanya-tanya: adakah hubungannya dengan cara makannya? 
Baby-led Weaning menjadikan bayi saya makan dengan cara mengunyah terlebih dahulu sebelum akhirnya menelan. Bahkan sejak dia mulai makan. Beda dengan makan bubur yang mungkin langsung telan. Jadi dengan proses mengunyah itu pula, ada reaksi kimia antara air liur dengan makanan yang sangat membantu proses pencernaan. Bukan hanya itu, tapi proses mengunyah ternyata juga memberi stimulus pada otot-otot mulut dan gusi. Lagi-lagi itu menurut Gill Rapley di buku BLW.
Lalu saya iseng konfirmasi pada keponakan yang barusan lulus dari Kedokteran Gigi UGM (dengan asumsi ilmunya masih 'fresh from the oven') dan mencari opini lain dari kakak sepupu yang udah jadi dokter gigi selama bertahun-tahun. Ternyata memang proses mengunyah makanan memberi stimulus pada tumbuhnya gigi. Tapi, bagaimana pun 'bakat' si bayi untuk tumbuh gigi lebih cepat juga berperan di sini. Maka kesimpulannya: 'bakat' + stimulus = tumbuh gigi.
Saya sendiri belum tanya teman-teman yang sudah menerapkan BLW dan anaknya sudah toddler bagaimana proses tumbuh giginya. Apakah juga cenderung lebih cepat? 
Ada yang bisa berbagi pengalaman? :)


Senin, 22 Agustus 2011

Peralatan&Perlengkapan Makan BLW

Alhamdulillah, BLW ternyata hemat di kantong. Karna dengan BLW, MPASI jadi bisa skip tahap bubur saring, bubur halus dan 'makhluk halus' lainnya. Maka, saya tidak perlu repot beli food processor, food grinder (selain cobek untuk ngulek bumbu. wkwkwk) atau slow cooker. Ini juga berdampak baik pada penghematan energi. Karna masak atau ngukus makanan Almira pun bisa barengan dengan nyiapin hidangan keluarga. Misalnya, ngukus buncis bisa ditaruh di rice cooker waktu menanak nasi. Potongan wortel bisa diempukkan bareng dengan masak sop. Tapi karena di bawah 1 tahun bayi belum boleh makan garam, jadi masaknya tanpa garam dulu. Setelah jatah Almira diangkat, baru di masakan dicemplungin garem. 

Sesekali saya perlu blender untuk menghaluskan daging dalam rangka bikin bakso atau nugget. Tapi itu blender hadiah pernikahan. Jadi nggak beli khusus dalam rangka MPASI.

Peralatan makan seperti piring, sendok, garpu, sejauh ini penggunaannya masih sangat minim. Nampan high chair berfungsi sebagai piring besar untuk Almira. Sedangkan jarinya berfungsi sebagai garpu. Sesekali Almira perlu sendok untuk mengkonsumsi makanan lembek seperti yoghurt tawar. Caranya, saya isi dulu sendoknya dengan yoghurt, lalu Almira diarahkan untuk pegang sendoknya, kemudian dia sendiri yang masukin ke mulut. Sejauh ini masih lebih sering (belum) sukses sih *menghindari kata 'gagal'* hehe. jadi kalo makan pake sendok, pasti berantakan. Makanya, saya biarkan Almira sampai sekarang makan langsung pakai tangan. 

Kursi Makan
Mulai umur 5 bulan, Almira sudah mulai belajar duduk walo masih gleyat-gleyot. Waktu itu saya menyewa Essian Tot Seat (Bumbo seat versi Korea) selama 2 bulan. Sesekali Almira saya dudukkan di kursi itu dan menebar beberapa teether untuk belajar meraih benda. Baru sekitar 10 hari sebelum genap 6 bulan, di nampan tot seat-nya mulai saya sebar makanan. Setelah masa sewa Essian habis, kami memutuskan untuk membeli high chair. Pilihan jatuh pada Graco Tea Time.
Pertimbangan memilih high chair: supaya Almira terbiasa makan sambil duduk, metode BLW perlu meja makan untuk menaruh makanan. Lebih memilih high chair dibanding booster karena kalo ngeliat booster chair kok kayaknya
ga bsa dipake sampe anak gede. Graco Tea Time dipilih karena memenuhi setidaknya 6 persyaratan versi saya:
  • meja lebar, bsa dilepas dan gampang dibersihin (penting buat BLW-an), 
  • ada pijakan kaki, dan si pijakan kaki bsa disesuai tingginya, 
  • cover jok-nya gampang dibersihin, 
  • harganya <1 juta.
  • ada fitur yg more than i expected: mejanya bsa 3 posisi, jd klo si anak makin gendut, bsa dilonggarin.
  • kalo dilipet dan masuk box-nya lumayan juga kok buat travelling. masi bisa masuk bagasi. walo saya sendiri belum pernah bawa2 sih.

kekurangannya cuma 1 kyknya: ngga bsa disesuain tingginya, in case pengen
di-attach ke meja makan keluarga. tp buat saya sih ga masalah kyknya.
 
 
gambarnya owl.. cute bgt pula. ini foto Almira waktu umur 7 bulan masih diganjel pake handuk kalo duduk, biar tingginya lebih pas :D

Jadi kesimpulannya, yang kami beli khusus untuk BLW sementara ini cuma si Graco Tea Time.

Sebenernya saya masih ngincer 1 peralatan makan: BOON CATCH BOWL, mangkok yang bisa nempel ke meja. tapi masih belum rela beli mangkok harganya lebih dari 100ribu :p